Pendekatan Kekeluargaan, Forbes Bone Kembali Dipercaya Sosialisasikan Pencegahan Narkoba di Sibulue

Foto: Sesi berfoto bersama pasca kegiatana sosialisasi anyi Narkoba di Desa Pattiro Riolo. (Dok. Forbes)

ANALISA,CO.ID 》Mahasiswa KKN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Posko 33 Desa Pattiro Riolo berkalobirasi Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Bone menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang dilaksanakan di Aula Desa Pattiro Riolo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Kamis (28/08/2025).

Kegiatan itu dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Kepala Desa Pattiro Riolo, Ketua BPD Pattiro Riolo, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta pelajar tingkat SMP dan SMA di Pattiro Riolo.

Musriandi Mustang selaku pemateri dari Forbes Bone menyampaikan bahwa saat ini, Bone masuk dalam Zona Darurat Narkoba, maka dari itu sebagai generasi harus ikut berperan aktif melawan narkoba.

“Kita semua ini adalah aset Kabupaten Bone, dan untuk menjadi orang sukses ke depannya sebagai generasi muda harus ikut berperan jauh dari ancaman narkoba dan melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari kita sendiri,” ucapnya.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Berikut Perolehan Suara Sementara Caleg Dapil 2 Bone, Tak Ada Partai Dominasi Kursi 

Dalam kegiatan tersebut, Andhy sapaannya menekankan pentingnya peran pemuda dan orang tua dalam pemberantasan narkoba di kalangan remaja, karena narkoba tidak hanya merusak tubuh secara fisik, namun juga menghancurkan masa depan dan potensi.

“Sebaik-baiknya guru mengawasi anak-anak kita, tidak ada yang lebih baik selain peran orang tua secara langsung, karena tidak ada orang tua mau melihat anaknya gagal apalagi bisa rusak karena Narkoba,” tambahnya.

Tak hanya membahas aspek kesehatan dan sosial, peserta juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum melalui penjelasan tentang Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Hal ini bertujuan untuk membentuk kesadaran hukum di kalangan pelajar sejak dini supaya jauh dari narkoba.

Pada kesempatan tersebut peserta yang hadir antusias mengikuti kegiatan yang dilakukan dengan metode pendekatan kekeluargaan dan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan. (*)

Pos terkait