BONE, ANALISA.CO.ID ▪︎▪︎ Mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (Kepmi) Bone Periode 2019 – 2021, Raihan Amri, menyoroti polemik kepengurusan organisasi yang menurutnya bermula pada periode kepemimpinan Andi Alfian.
Raihan menilai persoalan tersebut menjadi awal munculnya krisis internal di tubuh Kepmi Bone. Menurutnya, saat upaya pembenahan mulai dilakukan, justru muncul kongres tandingan yang semakin memperkeruh kondisi organisasi.
“Karut marut kepengurusan ini berawal pada periode sebelumnya. Ketika mulai dibenahi, muncul kongres tandingan yang justru menambah persoalan,” ujarnya, Kamis (2/7).
Raihan menegaskan bahwa setiap organisasi wajib menjalankan mekanisme kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurutnya, AD/ART merupakan aturan tertinggi dalam organisasi yang mengatur masa bakti pengurus, mekanisme pergantian kepemimpinan, hingga kewenangan setiap organ organisasi.
Ia menjelaskan, apabila masa jabatan pengurus telah berakhir, maka organisasi harus segera menyelenggarakan forum yang sah, seperti kongres atau musyawarah, untuk memilih kepengurusan baru sebagaimana diatur dalam AD/ART.
Menurut Raihan, keterlambatan pergantian kepengurusan dapat menghambat proses kaderisasi sekaligus memunculkan persoalan legitimasi apabila pengurus tetap menjalankan kewenangan tanpa dasar aturan yang jelas.
Ia juga mengingatkan bahwa hanya AD/ART yang mengatur mekanisme holding over atau status demisioner yang dapat menjadi dasar pengurus lama tetap menjalankan tugas hingga pengurus baru dilantik.
Jika ketentuan tersebut tidak ada, maka legalitas setiap kebijakan yang diambil berpotensi dipersoalkan oleh anggota organisasi.
Karena itu, Raihan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap AD/ART sebagai bentuk menjaga kepastian hukum, akuntabilitas, dan keberlangsungan organisasi.
“Regenerasi kepemimpinan yang dilaksanakan tepat waktu sesuai AD/ART akan menjaga legitimasi organisasi, meningkatkan kepercayaan anggota, serta mencegah terjadinya konflik internal,” tutupnya. (Redaksi)



