KKN Unhas Edukasi Biopori dari Galon Bekas di Banyorang Bantaeng

Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama warga mempraktikkan pengisian sampah organik ke dalam biopori berbahan galon bekas pada pelatihan "Gerakan Biopori Green Banyorang" di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama warga mempraktikkan pengisian sampah organik ke dalam biopori berbahan galon bekas pada pelatihan "Gerakan Biopori Green Banyorang" di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).

BANTAENG, ANALISA.CO.ID ▪︎▪︎ Mahasiswa KKN-T Pertanian dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program Gerakan Biopori Green Banyorang melalui pelatihan pembuatan biopori dari galon bekas sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).

Program kerja individu tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin, Suci Alquraeni B, dengan melibatkan Pemerintah Kelurahan Banyorang dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk mengidentifikasi potensi serta permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama Pemerintah Kelurahan Banyorang dan masyarakat mempraktikkan pembuatan biopori dari galon bekas sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga dalam program "Gerakan Biopori Green Banyorang" di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama Pemerintah Kelurahan Banyorang dan masyarakat mempraktikkan pembuatan biopori dari galon bekas sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga dalam program “Gerakan Biopori Green Banyorang” di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).

Hasil observasi menunjukkan masih banyak sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, pemanfaatan barang bekas, khususnya galon plastik, sebagai media pengolahan sampah organik masih sangat terbatas.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  SMKN 5 Bone Gelar Simaan Alquran 30 Juz
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama warga mempraktikkan pengisian sampah organik ke dalam biopori berbahan galon bekas pada pelatihan "Gerakan Biopori Green Banyorang" di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama warga mempraktikkan pengisian sampah organik ke dalam biopori berbahan galon bekas pada pelatihan “Gerakan Biopori Green Banyorang” di Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (28/7/2026).

Melalui program tersebut, peserta diberikan edukasi sekaligus praktik langsung membuat biopori menggunakan galon bekas. Berbeda dengan biopori yang umumnya menggunakan pipa PVC, inovasi ini memanfaatkan galon bekas berukuran lebih besar sehingga mampu menampung lebih banyak sampah organik.

Selain lebih ekonomis, penggunaan galon bekas juga menjadi salah satu upaya mengurangi limbah plastik dengan mengubahnya menjadi sarana pengolahan sampah organik yang bermanfaat. Sampah organik yang diolah melalui biopori selanjutnya dapat menghasilkan kompos yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman.

Masyarakat Kelurahan Banyorang menyambut positif inovasi tersebut. Biopori berbahan galon bekas dinilai lebih praktis, berkapasitas lebih besar, serta mampu mengubah barang bekas menjadi media pengolahan sampah yang bernilai guna.

Program ini diharapkan menjadi solusi sederhana untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kelurahan Banyorang, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Unhas Kampanyekan GEMARI di Sinjai

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak memanfaatkan galon bekas sebagai biopori untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Dengan cara tersebut, sampah yang sebelumnya terbuang dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mendukung pertanian serta penghijauan di lingkungan sekitar.

Pos terkait