Kasus Andi Tenri Bergulir di APH, Anggota DPRD: Jaga Kondusifitas, Jangan Sebar Narasi Bias

Anggota DPRD Bone, Andi Muh Salam
Anggota DPRD Bone, Andi Muh Salam

BONE, ANALISA.CO.ID •• Proses hukum terkait insiden dugaan kasus penganiayaan Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong kini telah bergulir di Polres Bone, Sulawesi Selatan.

Di tengah beredarnya berbagai isu negatif yang dinilai bias dan meluas, salah satu anggota DPRD Bone, Andi Muh. Salam atau Lilo Ak, mengimbau publik untuk lebih bijak dalam menyikapi kasus tersebut.

Lilo Ak menyebut, menyebarnya narasi-narasi yang belum jelas kebenarannya justru berpotensi memojokkan salah satu pihak dan membuat situasi semakin gaduh.

“Mengenai kasus ini, saya sebagai pribadi anggota dewan tidak bisa banyak memberikan pernyataan, apalagi waktu kejadian saya tidak berada di tempat,” ujar Lilo Ak saat dikonfirmasi sejumlah media, Kamis (30/7).

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, karena kasus ini sudah resmi dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum atau APH, maka publik sebaiknya bersabar dan menunggu hasil penyelidikan.

Baca Juga:  Luruskan Fitnah dan Hoax Soal Jet Tempur Mirage, Jubir Prabowo Subianto Terima Ancaman

“Kasus ini kan sudah dilaporkan ke APH, jadi mari kita sama-sama bersabar menunggu hasilnya dulu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lilo Ak juga menekankan pentingnya fungsi anggota DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan daerah untuk tetap menjaga kekondusifan dan objektivitas. Menurutnya, menyudutkan salah satu pihak hanya akan menimbulkan persepsi publik yang tidak sehat.

“Kapasitas sebagai anggota DPRD sebagai penyelenggara pemerintah daerah pasti yang nomor satu bagaimana kita semua menjaga kekondusifan,” jelasnya.

“Harus tetap berada di jalur objektivitas tanpa menyudutkan pihak lain yang justru akan membuat persepsi publik gaduh,” tambahnya.

Hingga saat ini, Polres Bone masih dalam tahap penyelidikan terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mendalami kronologi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Bone, mengingat salah satu pihak yang dilaporkan merupakan pimpinan tertinggi lembaga legislatif di daerah.

(Red)

Pos terkait