Pecinta Daun Muda, Walid Versi Bone Nekat Culik Gadis di Bawah Umur

Otak pelaku penculikan anak di bawah umur di Bone, Sinring berlatar Walid.

ANALISA.CO.ID, BONE 》Bak karakter Walid pada film serial Malaysia, Bid’ah yang menggambarkan seorang lansia suka daun muda, Sinring yang merupakan kakek umur 60 tahun di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dibutakan gadis muda bahkan di bawah umur berinisial NA (14). Untungnya, Walid versi Bone ini tak jual agama.

Molek tubuh dan kecantikan NA membutakan kakek yang kulitnya sudah keriput dan rambut yang memutih itu. Untungnya lagi, Kakek Sindring tak pakai surban seperti karakter Walid di film Bid’ah.

Di ujung cintanya yang tak terbalas, Sinring nekat menculik gadis pujaannya itu dengan melibatkan empat temannya.

Mereka adalah HJ, AP, NAA, dan HDC—masing-masing memiliki peran tersendiri, mulai dari sopir, pengalih perhatian, hingga ‘penenang’ korban selama perjalanan.

Bacaan Lainnya

“Pelaku S merasa sakit hati karena cintanya tidak diterima oleh korban,” ungkap AKP Alvin Aji Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Bone, Selasa 15 Juli 2025.

Baca Juga:  48 Pengendara di Bone Dites Urine, 5 Positif Narkoba

NA yang masih di bawah umur itu nyaris menjadi korban cinta gila sang kakek, jika aparat kepolisian tidak bertindak cepat.

Dalam waktu kurang dari empat jam, tim gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polres Bone berhasil meringkus kelima pelaku saat masih dalam perjalanan membawa korban.

Kini, semua pelaku telah diamankan di Mapolres Bone. Mereka dijerat dengan Pasal 83 junto Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa saja bahwa perasaan yang salah arah bisa menjadi bencana, apalagi jika mengorbankan masa depan anak-anak.

Kisah tragis ini membuka mata: cinta yang tak terkendali bisa berubah menjadi teror. Dan kali ini, teror itu datang dari seorang kakek yang seharusnya memberi perlindungan, bukan ancaman.

Pos terkait