Arul: Pemda Bone Jangan Cuma Urus Sampah, Dampak Narkoba dan Miras Sangat Meresahkan Warga

Foto: Aktivis HMI Bone, Arul.

ANALISA.CO.ID, BONE 》Salah seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone, Arul menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone buta atau tuli dan tidak peduli dengan adanya berbagai bahaya yang mengancam kehidupan masyarakatnya di tengah maraknya narkoba, dibarengi dengan problem minuman keras (miras).

Parahnya kata Arul, miras di Kabupaten Bone dibiarkan begitu saja diperjual belikan secara ilegal, baik melalui THM ataupun melalui beberapa tempat penjualan miras.

“Hal seperti ini, bukan hal baru. Semua mata melihat di sekitar kita, tentu ini menjadi penyebab terjadinya dekadensi moral masyarakat, terjadinya keributan di tempat umum serta berbagai problem lain yg muncul, sampai terjadi penikaman,” jelasnya, Sabtu (12/7/2025).

Seperti baru-baru ini terjadi, publik dihebohkan dengan adanya oknum yang mengaku TNI terlibat dalam kasus penikaman di salah satu warung makan, dengan keterangan para pelaku tersebut di bawah pengaruh miras.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Pesta Panen Warga Pappolo Bone Berlangsung Sukses, Disponsori Bedda Pica Macenning

“Bayangkan, hal ini sampai merebah ke salah satu oknum TNI dan menjadi malapetaka buat masyarakat sekitar, dan itu disebabkan oleh miras,” sesalnya.

Selain itu kata Arul, baru-baru ini juga publik dihebohkan dengan adanya oknum TNI yang bertikai di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Watampone.

Terjadinya aksi kriminal seperti pencurian, penjambretan hingga oerampokan juga banyak disebabkan narkoba.

“Semua itu disebabkan oleh miras dan narkoba karena adanya pembiaran dari Pemda Bone,” katanya.

Arul menegaskan, Pemda Bone harus mengambil sikap dan turun tangan, jangan hanya soal sampah yang diurusi.

“Tapi di sekitar kita terjadi problem yang akut dan dibiarkan begitu saja seperti THM dan miras. TNI pun harus terus berbenah dengan adanya tragedi seperti ini, karena mengingat TNI adalah lembaga negara yang harusnya melindungi segenap bangsa, termasuk kehidupan sosial masyarakat. Bukan justru menjadi ancaman,” tandasnya.

Pos terkait