ANALISA.CO.ID, BONE 》Tanpa aba-aba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan – Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang membuat sebagian besar masyarakat Bone resah.
Bagaimana tidak, beberapa masyarakat mengaku kaget saat hendak membayar pajak, uang yang di bawah tak cukup karena naiknya pembayaran.
“Kami harus menunda pembayaran, karena tiba-tiba naik dan itu tak sedikit. Di antara warga naiknya bervariasi,” ungkap salah seorang warga Bone yang meminta identatsnya tak disebutkan sembari memperlihatkan bukti pembayaran pajak PBB-nya kepada Analisa, Selasa (12/8/2025).
Sejumlah mahasiswa pun melakukan aksi unjuk rasa menanggapi hal tersebut. Siang tadi, Selasa (12/8), massa dari mahasiswa Pergeraka Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggeruduk DPRD Bone dan Pemkab Bone menuntut hal itu dibatalkan.
Salah seorang massa aksi, Ardi menyebut pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran pada perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 mendatang.
“Rencannya, kami akan rayakan Kemerdekaan RI dengan aksi unjuk rasa besar-besaran. Kami saat ini menggalang massa bersama warga yang resah,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat Bone tidak merdeka, dicekik oleh pembayaran pajak di tengah ekonomi yang tak menentu.
“Tanpa kajian yang baik, tanpa sosialisasi, Pemkab Bone tega kepada rakyatnya sendiri. Kita tidak merdeka,” tandasnya.



