POLMAN, ANALISA.CO.ID ~ Laporan keuangan RSUD Pratama Wonomulyo di bawahbkepemimpinan dr Arfah pada akhir tahun 2023 dituding tidak transparan ke publik. Dalam hasil kroscek menunjukkan adanya sisa Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp1,3 miliar dari beberapa kegiatan alkes.
Salah seorang warga Wonomulyo, Irfan mengaku curiga karena direktur (RSUD Wonomulyo) tidak menyampaikan ke publik terkait dana silva yang dikelola. Menurutnya, dapat mendapat untung yang besar. Apalagi sebelumnya direktur tersebut sudah pernah didemo masyarakat.
“Patut kita mencurigai adanya dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan, anggaran di RSUD wonomulyo, contohnya dana silva dan kegiatan alkes, seharusnya sang direktur, transparan apalagi sudah pernah didemo aktivis dan mahasiswa. Kalau tidak ada kejanggalan kenapa tidak terbuka dana silva yang jumlahnya miliaran yang dididuga mampu menghasilkan untung yang besar, harus menjadi perhatian khusus penegak hukum, kalau memang masyarakat punya ruang untuk melapor, saya siap melapor ke pihak yang berwajib,” tegas Irfan, Sabtu 24 Mei 2025.
dr Arfah yang menjabat Direktur RSUD Wonomulyo saat dikonfirmasi enggan menanggapi pertanyaan. Hanya berdalih lagi dinas luar bahkan ditelepon berkali-kali tanpa dijawab.
“Maaf lagi dinas luar,” singkat dr Arfah.
Terpisah, Kanit Tipidkor Polres Polman Iptu Arifin mengatakan, bahwa pihaknya sebagai pihak dari kepolisian, KPK dan kejaksaan adalah aparat penegak hukum yang berkewenangan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi sesuai peraturan perundang-undangan. Dan masyarakat dapat berperan serta dalam upaya, pencegahan tindak pidana korupsi.
“Kami dari pihak kepolisian tepatnya di unit Tipidkor polres polman, ataupun, KPK atau kejaksaan yang punya, kewenangan dalam pencegahan tindak pidana korupsi, masyarakat punya peran atau dapat berperan serta dalam pencegahan tindak pidana korupsi, jadi kalau punya data silakan laporkan ke kami, pasti kami akan mengambil langkah sesuai aturan ucapnya. (Arfan Rinaldi)
