ANALISA.CO.ID, BONE 》Gelombang protes atas naiknya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin meluas. Bahkan, disebut bakal menjadi Patih kedua.
Sejumlah masyarakat Bone menilai, tingkah laku Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memantik reaksi masyarakat yang resah akibat kenaikan PBB-P2 ini.
Ketua Umum Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (Kepmi) Bone Taro Ada Taro Gau, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Farhan Hidayat menilai Bupati Bone tak paham kondisi masyarakatnya.
“Bayangkan saja, saat gelaran aksi demonstrasi di Pemda Bone oleh teman-teman, Bupati Bone diminta hadir, tapi dia malah ada di area Kecamatam Cina dengan kegiatan yang tak urgen. Videonya didaptakan oleh teman-teman s sementara joget-joget, hal itu memantik teman-teman untuk bertahan hingga malam hari,” kata Farhan, Sabtu (16/8/2025).
Parahnya lagi kata Farhan, ketika polemik ini semakin bergejolak, Bupati Bone terkesan tambah acuh.
“Malah, pihak Bapenda Bone mengeluarkan surat resmi akan memberikan penghargaan kepada kepala desa/lurah yang lunas pembayaran PBB, padahla masih berpolemik. Ini kan memicu konflik sosial,” katanya.
“Ditambah lagi, pagi tadi videonya beredar berjoget-joget lagi bahkan, ada video lagi mengahmbur lembaran uang di sejumlah instansi daerah. Betul-betul ini pak bupati,” lanjutnya.
Farhan menyebut, pucuk pimpinan di Kabupaten Bone ini terkesan tak paham arti pemimpin.
“Atau mungkin ada sikap sombong dan angkuh dalam dirinya,” tandasnya.
Farhan menambahkan, masih ada juga beberapa kelompok yang menggiring polemik ini ke isu Pilkada 2024.
“Nah, ada juga yang menjadikan senjata penggiring opini terkait Pilkada 2024, ada bilang lawan politik, apalah. Nyatanya, yang memprotes kenaikan ini kan semua pendukung ada. Jadi sudahlah, Pilkada sudah berlalu, ini kepentingan masyarakat, keresahan masyarakat yang ia pimpin. Matojo ati (keras kepala. Red) ini bupati. Hal itu bisa membuat Bone kisruh,” tandasnya.



